Tanggal 22 Maret 2019 yang lalu adalah pengumuman SNMPTN yang populer dikalangan kita dengan sebutan jalur undangan,dimana ini adalah salah satu bentuk seleksi penerimaan mahsiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia.Salah satu hal yang sangat dipertimbangkan dalam seleksi ini atau kriteria untuk lulus dalam seleksi snmptn ialah nilai akademik.Menurut seleksi ini,untuk bisa lolos di kamps negri,calon mahasiswa harus bersaing dengan begitu banyak peserta dari berbagai pelosok negeri .Mereka harus bersaing memperebuktkan kuota kursi yang disedikan oleh universitas Dan mereka yang memiliki nilai akademik tinggi akan lolos pada seleksi ini.Saya disini bertanya-tanya, kenapa harus nilai yang tinggi akademiknya yang harus lulus?Megapa orang-orang yang di tidak memenuhi kuota karena nilai akademiknya tidak cukup mereka harus tersingkir?.bukankah semua manusia hebat dalam bidangya masing-masing.Dan bukankah tujuan pendidikan untuk mengubah orang dari yang tidak tahu menjadi tahu.Jika yang lulus adalah mereka yang pintar secara akademik ,bagimana dengan yang bodoh? Bisa dibahasakan disini bahwa mereka tadi yang pintar akan semakin pintar karena kenapa? Mereka akan belajar di perguruan tinggi yang mereka impikan dengan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah.Lalu bagimana dengan mereka yang bodoh? Mereka tidak di luluskan oleh seleksi yang pemerintah laksnakan. Jika ada yang beranggapan bawah masih ada kampus swasta, jika tidak lulus di negri toh pun masih ada kampus swasta.Tetapi disini yang tidak ingin membahas tentang kampus swasta,disini saya hanya ingin mengkritik sistem pemerintah yang mengseleksi calon mahasiswa baru. Kembali lagi ke pembahasan mengenai nilai akademik yang menjadin tolak ukur untuk masuk perguruan tinggi negri.Disini muncul pertanyan bagiamana jika mereka yang lulus tadi yang mempunyai nilai akademik tinggi,nilainya hasil dari manipulasi atau nilai kkmnya dinaikkan.Bukankah hal itu sudah tidak wajar lagi didalam dunia pendidikan.Bagaimana jika mereka yang lulus tadi tidak mampu didalam bidang yang mereka masuki bukankah itu hanya akan menjadi masalah nantinya,mereka masuk kedalam perguruan tinggi dan jurusan yang tidak sesuai dengan keahlian mereka hanya karena melihat nilai akademik yang tinggi.Karena banyak sekarang mahasiswa yang masuk ke jurusan yang tidak sesuai dengan keahlian mereka, buktinya mereka hanya datang saja ke kampus duduk dan diam saat proses pembelajaran berlangsung dan ada juga yang saya dapati mereka yang keluar dari jurusan mereka lantaran tidak sanggup dengan jurusan yang mereka masuki.Bukankah disini bisa dikatakan bahwa mereka yang tidak mampu dijurusan yang mereka pilih akan menjadi terciptanya sarjana-sarjana muda yang lulus tidak sesuai dengan gelarnya,apakah ada yang akan menerima mereka untuk bekerja jika keahlianya tidak sesuai dengan gelarnya.Menurut saya salah satu faktor meningkatnya penganggurn khususnya diIndonesia adalah hal ini tadi yaitu tidak sesuainya keahlian atau potensi yang dimiliki dengan jurusan yang mereka tempati.Mengapa dikatakan begitu? Buktinya sekarang banyak sarjana-sarjana yang ketika mereka telah lulus memilih untuk pulang ke kampung halamanya masing-masing.Dan teruntuk mereka yang keluar dari jurusan yang mereka tidak sanggupi bukankah kalian telah menyiakan-menyiakan apa yang kalian telah dapat,perlu diketahui bahwa banyak orang diluar sana yang mengiginkan seperti anda masuk di perguruan tinggi negeri dengan jurusan yang anda impikan, tetapi apa yang anda lakukan anda menyia-nyiakannya apa yang anda telah dapatkan. Bukankah yang seperti ini kelak akan merusak generasi-generasi penerus bangsa yang katanya akan menajadi penerus dikemudian hari malah akan menjadi pengahancur di kemudian hari.Dapat dikatakan disini bahwa SNMPTN belum maksimal menjaring calon mahasiswa yang memnag benar-benar berkualitas, dengan penyandangan kata ‘maha’ pada kata mahasiswa, maha berarti besar maka berbeda dengan siswa biasa, kalau siswa biasa yang berkualitas itu cukup meskipun diukur dari segi akademisnya saja, akan tetapi bagi mahasiswa baru dapat dikatakan berkualitas jika memenuhi 4 (empat) pilar fungsi mahasiswa. Ada empat fungsi mahasiswa diantaranya: • Agent of change, mahasiswa harus mampu sebagai individu yang mampu mengubah tatanan masyarakat, ke arah yang lebih baik. • Direct Of change,mahasiswa harus mampu mengarahkan masyarakat agar lebih baik • Iron Stock, mahasiswa harus bisa memiliki jiwa pemimpin karena mahasiswa merupakan stock pemimpin masa depan • Moral Force, mahasiswa harus bisa menjadi teladan terutama alam masalah moral Kembali lagi ke SNMPTN .Pantas saja bangku perkulihan saat ini di penuhui orang-orang yang tidak memiliki kepdulian terhadap masyarakat sekitar,karena pada saat seleksi masuk bangku kuliah yang diujikan pada mereka hanyalah nilai akademis semata,tidak pernah menguji apakah calon mahasiswa baru ini mempunyai karakter pemimpin yang baik atau tidak?. Solusi yang dapat saya berikan disini saya ingin pada nantinya calon mahasiswa baru akan mengikuti seleksi berdasarkan pontesi atau minat yang dimiliki.Perguruan tinggi akan menerapkan sistem seleksi bukan hanya berdasarkan nilai akademik,melainkan bagaimana mendeteksicalon mahsiswa berdasarkan bakat.Ini akan lebih manusiawi karena berkuliah sesuai dengan minat dan bakat membuat mahasiswa lebih bahagia dan berefek pada kreativitas dan prestasi. SELAMAT HARI PENDIDIKAN UNTUK CALON PENDIDIK *Nur aulia majid Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Makassar

Komentar